Cinta Si Pemalu

Bagaimana jadinya ketika si pemalu jatuh cinta?

Sudah pasti banyak diamnya.

Lebih sering memendam.

Padahal dalam hati senang tak karuan.

Minim ekspresi, sejuta perasaan.

Kala rindu tiba-tiba datang yang dilakukan cuman nge-stalk akun sosial medianya.

Berharap ada rasa rindu yang dapat terbayarkan.

Alhasil, malah senyum kegirangan.

Jangankan bertemu langsung, hanya melihat fotonya saja hati sudah berdegup kencang.

Apalagi bila bertemu, mungkin bisa jatuh pingsan.

Padahal jauhnya 1 KM dari tempatnya berdiri sekarang.

Duh, dasar.

Kala berpapasan pura-pura tak melihat.

Padahal di kedipin sekali rasanya sudah tak sanggup berdiri.

Sering sekali curi-curi pandang.

Tapi, saat di pandang kembali malah buang muka seakan orang tak dikenal.

Berharap bisa ngobrol berdua, setidaknya chattingan juga tak apa.

Tapi, apalah daya, raga tak sanggup jua.

Alhasil, memendam tetaplah jadi pilihan.

Walau sebenarnya ada rasa tak rela kala si dia dekat dengan seseorang.

Tapi, ya mau bagaimana lagi.

Namanya juga si pemalu.

Mau secinta apapun dia, mulutnya tak akan pernah bisa mengucap, “I Love You”.

Meski hatinya berkali-kali berkumandang lagu-lagu cinta yang sendu.

Bersembunyi dibalik Kalimat Terbullshit, “Aku bahagia melihat kamu bahagia. Meski bahagia itu kamu dapati darinya.”

Berbohong kadang menjadi pilihan buat mereka yang cinta dan sayang sama seseorang. Tapi, terhambat oleh keadaan yang gak memungkinkan. Dan keadaan yang dimaksud di sini adalah saat si dia, orang yang sudah lama menjadi pengisi hati #cielah, tiba-tiba pergi merajut cinta yang baru dengan orang lain. Alhasil, demi menutupi semua luka yang ada, sekaligus agar terlihat baik-baik saja yang terkesan dipaksakan, kamu akhirnya melontarkan suatu kalimat yang sudah banyak umat manusia di dunia gunakan;

“Aku bahagia melihat kamu bahagia. Meski bahagia itu kamu dapati darinya.”

Yang arti sebenarnya;

“GAK!! AKU GAK RELA SAMA SEKALI!!!”.

Tapi, cuman bisa terucap dalam hati. Sambil pasrah pada ilahi. Terus waktu sampai rumah gigit jari. Berharap waktu dapat diputar kembali. Tapi, sayangnya ini bukan FTV, yang semua ceritanya sudah diatur sedemikan apik sampai akhirnya happy ending. Misalnya seperti judul FTV yang satu ini, “Kejedot cinta tukang becak.” Yakali mana ada tukang becak yang ketceh (dibaca: kece) layaknya di FTV.

Artinya berbeda daripada kenyataan yang sesungguhnya. Sangat berbeda. Ibaratnya mulut bilang, “Iya.” Tapi, hati bilang, “Ngga.” Bertolak belakang banget.

Didepan sih sok tegar. Dramatis gitu layaknya sinetron Indonesia yang episodenya panjang sampai beratus-ratus mengalahkan panjangnya jembatan Suramadu. Tapi, dalam hati? Sakitnya minta ampun. Sampai gak bisa di utarakan. Perih banget! Dan yang bisa lakukan akhirnya cuman fake smile agar terlihat bahwa, “I’m fine kok.” Padahal hati meringis menahan tangis. Kepala penuh dengan pikiran kacau dan rasa penyesalan, “Kenapa gue ngomong gitu sih?!”. Tapi, ya mau gimana lagi, toh pada akhirnya merelakan adalah kunci satu-satunya agar hati lebih tenang. Bodoh? Ya nggalah. Terlihat baik-baik saja untuk menutupi luka itu bukanlah hal yang bodoh. Kita cuman gak mau lebih terluka lagi setelahnya, makanya kalimat itu tercipta. Dan itulah fungsinya; menutupi perasaan yang terluka.

Tapi, jangan salah lho. Untuk mengucapkan kalimat terbullshit itu kita juga harus mempersiapkan hati yang kuat dan fisik yang baik. Bukan cuman olahraga untuk raga saja. Tapi, juga untuk jiwa. Jaga-jaga, takut setelah ngomong malah syok terus masuk UGD. Setelah di diagnosis ternyata sakit akibat ngomong, “Aku bahagia melihat kamu bahagia. Meski bahagia itu kamu dapati darinya.” Segala masuk koran dan berita lagi, judulnya, “Pura-pura bahagia berakhir UGD.” Kan gak epic banget.

Tapi, bagaimana pun itu, intinya sih cuman satu; sebagus apapun kamu mengucapkan kalimat itu di depan dia. Setegar apapun kamu berusaha sekuat tenaga. Sebisa apapun kamu mencoba untuk baik-baik saja, nyatanya kalimat bullshit itu memang begitu adanya; bullshit. Penuh kebohongan. Dan gak akan pernah bisa untuk di realisasikan sebagai “bahagia” sesungguhnya seperti yang terdapat dalam kalimatnya. Meski pada akhirnya perlahan kamu pasti akan membaik setelahnya. Tapi, namanya juga perasaan, meski telah sembuh, meski telah usai, lukanya pasti tetap ada, membekas dalam ingatan.

Silahkan tinggalkan komentar jika kalian merasa pernah berada atau bahkan sedang berada pada posisi tersebut. Cukup tinggalkan komentar. Jangan yang lain (Termasuk perasaan. Hehe). Jangan pula ikut sertakan kenangan bersama mantan disini, sebab baperlah yang akan di tuai kemudian. Hehe.

Sekian.

Hujan dan Biru

Gadis itu duduk sendirian. Berkutat dengan laptopnya. Jemari lentiknya tak juga berhenti memijat tuts demi tuts yang ada. Matanya masih tetap menatap layar laptopnya yang menyala.

Gadis itu kemudian berhenti dari aktivitasnya. Terdiam. Merenung diruangan bernuansa putih dengan interior vintage didalam cafe itu. Sembari ditemani Chocolate panas kesukaannya, gadis itu menerawang keluar kaca jendela yang sedaritadi sudah basah oleh hujan.

Udara dingin perlahan menusuk kulitnya yang hanya berlapis kaos pink favoritnya itu. Bukan. Bukan gadis itu lupa membawa jaket atau mantel miliknya. Hanya saja Ia memang sama sekali tak tahu bahwa hari ini akan turun hujan. Sebab, bisa jadi, bila Ia tahu, mungkin gadis itu tak akan pernah keluar rumah sama sekali.

Hujan. Ya, gadis itu tak menyukai hujan. Sama sekali tak suka. Walau dahulu hujan sempat menjadi salah satu hal yang paling ditunggunya. Kini, hujan tak lagi semenyenangkan yang Ia kira. Tidak sama sekali. Baginya, hujan hanya luka. Sebab, disetiap rintikannya yang jatuh, tersirat kenangan tentang Biru, sosok yang dahulu sempat menjadi dunianya.

Hujan dan Biru mungkin sama sekali tak bisa digabungkan. Sebab, keduanya memang tak memiliki satupun kesamaan. Namun, satu hal yang membuat hujan dan Biru begitu erat kaitannya, karena setiap hujan turun, Biru akan selalu mengirimkan pesan dan hanya hal itulah yang dapat membuat gadis itu berdebar.

Ada satu hal lagi yang membuat Nayla, gadis yang dulu begitu memuja Biru itu kini tak menyukai hujan. Sebab, hujan pula lah yang membawa Birunya pergi. Pergi dan tak pernah kembali.

Jauh. Jauh sebelum hari ini. Birunya pernah berjanji bahwa akan selalu ada bersama hujan yang turun. Gadis itu percaya. Dan selalu menanti saat hujan tiba. Tetapi, saat hujan yang entah sudah kesekian kalinya itu jatuh, Biru tak juga datang. Biru yang begitu dicintainya menghilang tanpa pesan. Menghilang bersamaan dengan rintikan hujan yang juga sementara. Bayangan sosok itu kian lama semakin pudar. Sehingga tanpa sadar gadis itu pun terluka pada harapannya sendiri. Harapannya pada Biru.

Gadis itu tetap menunggu tiap kali hujan turun. Namun, lagi-lagi Birunya tak juga tiba. Seperti menghilang. Dan sejak saat itu pula, tiap kali hujan turun, gadis itu sangat membencinya, membenci keduanya. Meski sesungguhnya hatinya masih sangat berharap bahwa Birunya akan datang, memeluknya kemudian berkata semua akan baik-baik saja. Namun, nyatanya bersama hujan Biru tak kunjung datang. Dan bersama hujan pula Biru menghilang.

Biru, dimana pun kamu. Bagaimana pun keadaan kamu. Tolong berikan aku satu alasan masuk akal yang membuat kamu menghilang. Agar aku tak lagi mencari-carimu dalam ketidakpastian. Agar aku tak lagi menjadikan hujan sebagai pelarianku dalam membencimu.
–Nayla

Biru, rasa ini masih milikmu. Milik kamu, Biruku❤ 

–Nayla

Sahabat Jadi Cinta

Sahabat dan cinta. Keduanya memang berbeda. Tapi kehadirannya gak bisa lagi dipungkiri ada dalam hidup kita.

Gak ada persahabatan yang murni persahabatan diantara cewek dan cowok. Salah satu diantaranya pasti ada yang diam-diam memendam rasa tanpa pernah mau mengungkapkan. Takut persahabatan yang sudah lama dibina hancur cuman karena cinta.

Pertemuan yang terus menerus, nyaman dan kedekatan yang erat menjadi faktor utama kenapa rasa cinta sering muncul disela-sela persahabatan.

Banyak sih dari mereka yang berhasil jadian padahal awalnya cuman sahabatan, dan setelah putus tetap jadi sahabat. Tapi banyak juga dari mereka yang berhasil jadian, dan setelah putus malah musuhan, persahabatannya pun hancur karena hal yang sebenarnya sepele.

Dan mungkin karena sebab itulah, mereka yang memendam rasa kepada sahabatnya, enggan untuk mengungkapkan perasaannya. Intinya sih takut. Takut setelah diungkapkan dia jadi berubah dan menjauh. Takut juga semua yang sudah lama dibina bareng-bareng musnah gitu aja cuman karena salah satu ada yang memendam rasa.

Tapi pertanyaannya sekarang, sahabat jadi cinta. Boleh gak sih?

Oke sekarang bakal gue jawab. Kalau menurut gue, sahabat jadi cinta itu fine-fine aja. Dan toh itu manusiawi. Cinta bisa tumbuh dan hadir pada siapapun. Gak memandang itu sahabat lo atau bukan. Kita juga gak taukan sama siapa nantinya akan jatuh cinta? Dan itupun bukan kehendak atau keinginan kita. Jadi jalanin aja~

Saran gue, buat yang saat ini mungkin lagi mengalami problem diatas. Kenapa gak coba buat mengungkapkan aja?  Gak ada salahnya kok. Tapi kalau emang lo masih mau tetap kekeh sama pendirian lo buat terus memendam, gue juga gak bisa nyalahin gitu aja sih. Itu hak lo.

Tapi intinya sih…

Sekuat apapun lo mencoba untuk memendam atau bahkan menghilangkan rasa cinta itu, rasa cinta itu akan tetap disana. Bertahan. Menunggu untuk diungkapkan.

Temenan Rasa Pacaran

Setelah sekian lama cuti ngeblog karna otak seakan buntu gak tau mau menulis apa lagi, akhirnya kemarin gue kembali menemukan inspirasi yang bisa dijadikan sebagai topik untuk menulis diblog kali ini.

Mungkin sebagian dari kalian ada yang sudah pernah mengalami ini, atau bahkan saat ini sedang mengalaminya.

Gue terinspirasi untuk menuliskan ini dari teman gue yang ternyata sedang mengalaminya juga. Dan untuk membantu kalian wahai para remaja masa kini, gue bakal ngebahasnya disini~

Dan gue menyebut fenomena ini adalah…

Temenan Rasa Pacaran.

Kalau ditanya, “Enak gak sih temenan rasa pacaran?“. Sebagian besar dari kalian mungkin menjawab enak, tapi.. ada juga yang menjawab gak enak. Enaknya, lo gak perlu deh tuh yang namanya pdktan, karna udah ada doi, orang yang namanya selalu hadir tiap lo buka handphone.

Ucapan seperti selamat pagi, semangat sekolahnya, jangan lupa makan siang, jangan lupa sholatnya, jangan tidur malem-malem ya, selamat malam, itu semua udah jadi santapan hari-hari. Saling ngasih kabar dan perhatian juga udah jadi rutinitas yang gak terlewatkan layaknya orang yang sudah resmi pacaran.

Hampir semua sosial media lo isinya tentang doi. Entah itu facebook, twitter, Path, BBM, dan sebagainya. Pokoknya gak ada satu hari pun tanpa si doi. Doi selalu menemani lo. Memberikan semangat. Membantu dikala susah. Dan masih banyak lagi hal lainnya.

Hari-hari lo yang tadinya butek, suram, kusam sekarang jadi lebih berwarna. Tiap hari rasanya bahagia. Bunga-bunga cinta seakan bermekaran kaya di iklan *sensor*. Karna walaupun lo gak punya pacar, setidaknya lo masih punya doi, teman yang rasanya kaya pacaran. Jadi gak ngerasa sendirian dan kesepian.

Dia pun siap jadi moodboster lo pas bete. Siap menghibur lo supaya ketawa lagi.

Enak sih ada orang yang bisa diajak ngobrol, cerita, curhat, main, malam mingguan, foto, BBMan, telfonan, jalan, nonton dan semua itu gak terikat dengan status pacar. Lo masih bisa bebas dekat sama siapapun yang lo mau tanpa ada yang ngatur ini itu. Tapi nanti giliran lo udah terlanjur sayang dan nyaman sama dia, abis itu dia berubah, pergi terus menjauh, dan dekat sama yang lain. Lo gak boleh marah, kecewa dan juga sakit hati, karena dari awal status kalian kan cuman teman, jadi lo pun gak punya hak buat cemburu~

Pada tahap ini mungkin perasaan lo rasanya campur aduk, antara sedih, galau, cemburu, kecewa, marah, dsb. Tapi ya mau gimana lagi, itu semua cuman bisa dirasain sendirian. Soalnya mau marah pun takut dia bilang, “Emang lo siapa gue? Kita kan cuman teman“. Iya, “TEMAN!”. Satu kata yang bikin nyesek sampai ke ubun-ubun.

Lo bisa aja sih ungkapin perasaan lo ke dia dan berharap bisa jadi pacarnya secara resmi, tapi itu pun kalau dia punya rasa yang sama kaya lo, kalau gak? Siap-siap gigit jari~

Pasti lo mikir, kalau dia gak punya rasa sama gue, kenapa dulu dia selalu ada buat gue? Bisa jadi, dia selama ini dekat sama lo bukan karna emang suka, tapi karna lo orang yang asik.

Jatuhnya sih ini termasuk PHP, tapi faktanya emang gitu sih. Lebih lengkapnya friendzone yang di PHPin~

Banyak juga sih dari mereka yang mengalami itu dan akhirnya bisa resmi pacaran. Tergantung~

Setiap ditanya, “mesra banget lo sama dia. Pacaran ya?“.

Lo jawab, “ah ngga kok cuman temenan“.

Padahal dalam hati berharap lebih. Lebih dari sekedar temenan.

Iya temenan, temenan tapi sayang.

Temenan tapi berharap jadian.

Temenan rasa pacaran.

Memahami Kode Cewek (Cowok Harus Tau).

 

99% perasaan 1% akal~

Yap. Dialah cewek. Hampir selama hidupnya, cewek lebih sering memakai perasaan daripada logika alias akal. Itu sebabnya cewek lebih sensitif dan emosional.

Cewek itu makhluk Tuhan yang paling pengen dimengerti tapi sulit buat dimengerti. Mereka kadang suka membuat diri mereka jadi ribet sendiri dengan kode-kode rahasia yang mereka miliki. Dan cowok dituntut buat mengerti kode itu.

Mungkin banyak di dunia ini cowok yang mengerti bahasa inggris, bahasa jepang dan bahasa lainnya. Tapi, sedikit dari mereka yang bisa mengerti Bahasa Cewek.

Ada satu peraturan yang sering diterapkan oleh cewek. Yaitu ini…

“Kalau cowok salah, cowok harus minta maaf. Dan kalau cewek yang salah, cowok juga harus tetap minta maaf.”

Jadi, buat kalian para cowok. Kalau cewek lo marah-marah gak jelas. Entah karna efek PMS atau apapun, cepat buru-buru minta maaf walaupun sebenarnya lo gak salah. Karna kalau dia marah dan lo juga marah, kelar hidup lo men~

Cewek itu paling gengsi buat minta maaf duluan walaupun kadang sebenarnya dia yang salah. Maka dari itu, disini cowok dituntut buat ekstra sabar menghadapi sifat si cewek yang kadang super duper nyebelin bin ngejengkelin.

Ada beberapa kalimat yang biasa cewek lontarkan, tapi artinya beda dengan kenyataan. Berikut kalimat-kalimat itu…

 

“Gapapa.”

Demi menutupi apa yang sebenarnya terjadi, cewek lebih senang mengucapkan “Gapapa” padahal sebenarnya “ada apa-apa”, daripada harus memperpanjang masalah dan cerita ini itu tapi gak ada gunanya. “Gapapa” disini artinya macam-macam. Bisa jadi dia lagi bete, marah, kesel, sedih, jengkel, de el el.

Contoh kasus :

Cowok : “Kamu kenapa?.”

Cewek : “Gapapa.”

Cowok : “Beneran gapapa. Kok bete gitu sih?.”

Cewek : “Kan udah aku bilang gapapa.”

Cowok : “Oh yaudah kalau gitu.”

Cewek : “Ih kamu mah gak peka!!”

Cowok : “Kan tadi katanya gapapa.”

Cewek : “Tauah.”

 

“Aku kan bukan siapa-siapa kamu”.

Pernah denger gebetan lo bilang kaya gini? Kalau pernah lo patut bersyukur. Karna apa? Karna kalimat itu dipake sama cewek buat memastikan gimana perasaan lo ke dia sebenarnya, suka atau nggak. Bisa dibilang juga kalimat itu adalah kalimat pancingan yang arti sebenarnya adalah, “Penting gak sih aku buat kamu?”.

 

“Cuman teman kok”.

Kalimat ini biasa cewek pake saat dia udah dekat sama cowok, dekat banget, bahkan suka, sampe-sampe bikin orang-orang disekitarnya, khususnya teman-teman terdekatnya bingung lalu bertanya, “Kalian dekat banget, jadian ya?”.

Dan karna cowok yang disuka gak kunjung peka. Alhasil si cewek cuman bisa bilang, “Iiihh apaan sih, cuman teman kok.”

Padahal dalam hati “Cuma temen kok. Pengennya sih lebih, tapi dianya gak nembak-nembak.” #eaaa

 

“Terserah.”

Biasanya cewek ngomong gini pas dia lagi berantem sama si cowok karna si cowok egois dan keras kepala. Kurang lebih “Terserah”-nya cewek tuh artinya seperti ini “Dasar egois. Gak punya perasaan!!”.

Satu saran gue, saat cewek lo ngomong “Terserah”, jangan pernah bales kata-kata itu dengan “Yaudah” kalau lo mau hidup dengan tenang. Karna kalau sampai lo ngomong, bisa-bisa perang dunia kedua bakalan muncul lagi. Atau bahkan dia bakalan ledakin bom yang dahsyatnya lebih dari bom nagasaki. Ngeri men~

 

“Aku mah gak cantik. Cantikan dia.”

Pernah gak suatu hari lo jalan sama pacar lo ke suatu tempat? Terus disana lo dan dia liat ada cewek cantik lewat. Tiba-tiba cewek lo nanya, “Aku sama dia cantikan siapa?”. Dan lo jawab, “Ya cantikan kamu dong”.

Sebenarnya dalam hati si cewek dia seneng banget dipuji kaya gitu, tapi demi menutupi itu semua, dia bakal jawab gini, “Iihh gak kok, cantikan dia tau”.

Dan saat lo kembali bilang, “Cantikan kamu kok. Serius deh”. Cewek lo akan menjawab “Cantikan dia tau.”

Karna ngerasa udah capek ngeladenin si cewek, lo pun nyerah dan bilang, “Iya deh cantikan dia”. Tapi lo bakalan kaget sama reaksi cewek lo yang jawab,”Kamu nyebelin. Masa cantikan dia sih. Yaudah sana pacaran aja sama dia”.

Arti cewek bilang kalimat itu sih mungkin karna dia pengen diakui lebih cantik dari cewek lain, tapi kaya terkesan gak mau meminta-minta dipuji kalau dia cantik.

 

“Pikir aja sendiri.”

Cowok : “Aku salah apa sih sama kamu?”.

Cewek : “pikir aja sendiri”.

Kalau cewek lo udah ngomong kaya gitu, mending lo langsung koreksi aja deh kira-kira kesalahan lo itu apa, sampai-sampai bikin dia jadi ngambek gitu. Mungkin aja kesalahan itu terjadi karna kesalahan-kesalahan kecil, seperti telat bales sms atau BBM, gak ngabarin dia seharian, cuek, de el el. Tapi kalau lo masih belum bisa menemukan kesalahan apa yang kira-kira udah lo lakuin, mending langsung minta maaf aja deh daripada si cewek makin marah dan ngeledakin bom atom di depan rumah lo. Mungkin arti dari kalimat itu bisa jadi, “Udah tau salah. Segala nanya. Coba aja pikirin sendiri salah lo apa”.

 

“Aku gendutan ya?.”

Ketika dia tanya, “Aku gendutan ya?” ke lo, itu artinya dia emang ngerasa ada yang salah dengan bentuk tubuhnya. Sebenarnya, apapun jawaban yang lo kasih, hasilnya tetep aja sama. Kalau elo bilang “iya”, maka dia akan jawab, “Ah, kamu jahat!” dan kalau lo bilang “Gak”, maka dia akan jawab, “Ah, kamu bohong!” Saran gue kalau lo masuk dalam situasi seperti ini mending lo pura-pura mati.

 

Bikin status di facebook atau bbm : “Tidur ah, gak ada yang nyariin ini.”

Kalau tiba-tiba pacar lo bikin status kaya gitu, itu artinya dia lagi marah karena lo gak ngehubungin dia. Dia bikin status kaya gitu biar lo sadar dan ngehubungin duluan tanpa harus ngasih tau ke lo kalau dia itu lagi marah sama lo. Lo taukan betapa gengsinya cewek kalau harus ngehubungin duluan, walaupun sebenarnya gak ada yang salah juga sih. Tapi ya begitulah cewek~

 

“Jangan ganggu aku dulu. Aku lagi mau sendiri.”

Ketika cewek lo bilang seperti itu, itu bukan berarti dia benar-benar pengen sendiri, tapi bisa jadi dia pengen lo nemenin dia dan kalau bisa ngehibur dia. Walaupun cuman sekedar bikin ketawa lewat candaan lo aja dia udah bahagia kok.

Cewek bilang seperti itu biasanya karna pengen memastikan lo itu care gak sama dia, atau malah ninggalin dia begitu aja sendirian.

 

“Aku bisa pulang sendiri kok”.

Saat lo udah janjian mau jemput dia, tapi ternyata lo gak bisa jemput karna ada keperluan mendesak. Dan cewek lo bilang,”Aku bisa pulang sendiri kok”, percayalah tujuan dia mengucapkan kalimat itu bukan buat menunjukan kalau dia itu mandiri. Bukan!! Tapi justru karna dia kecewa, jengkel, kesel dan marah sama lo karna lo gak jadi jemput dia.

Bisa juga mungkin kalimat itu dia pake buat semacam nodong lo untuk mengakui kalau lo itu pecundang karna gak bisa nepatin janji (gak mau jemput dia).

 

Mungkin cuman itu aja yang bisa gue jelasin disini. Sebenernya masih banyak lagi kode-kode cewek yang sulit buat dimengerti dan gak bisa diartikan dengan kamus apapun. Karna cewek emang lebih senang ribet sendiri dengan kode-kodenya itu daripada harus to the point tentang apa yang dia rasain. 

Tapi intinya sih, apapun kalimatnya, cuman satu yang cewek pengen, dimengerti, walaupun terkadang caranya itu salah.

Buat yang mungkin pengen nambahin dikolom komentar silahkan ya^^

Sekian.

 

 

Nyaman Gak Selalu Berakhir Jadian

Gue yakin sebagian dari kalian yang baca ini mungkin pernah mengalami yang namanya nyaman tapi gak berakhir jadian. Kasus ini belakangan jadi ngetren dan sering terjadi. Gue pun termasuk salah satu yang pernah mengalami hal ini dan itu bukan cuman terjadi sekali.

Alasan kenapa nyaman gak selalu berakhir jadian ini beragam. Setelah melakukan berbagai pengamatan yang korbannya adalah teman-teman gue sendiri dan juga gue, gue pun menemukan berbagai kesimpulan.

 

1. Nyaman tapi gak berakhir jadian karena sahabatan.

Gak ada persahabatan yang murni persahabatan diantara cewek dan cowok. Salah satu diantaranya pasti ada yang diam-diam memendam rasa tanpa pernah mau mengungkapkan karena takut persahabatan yang udah lama dibina hancur cuman karena cinta. Pertemuan yang terus menerus, kedekatan yang erat, dan sebagainya menjadi faktor kenapa rasa cinta, sayang dan nyaman sering muncul dalam persahabatan.

Banyak sih dari mereka yang berhasil jadian padahal awalnya cuman sahabatan, dan setelah putus tetap jadi sahabat. Tapi banyak juga dari mereka yang berhasil jadian, dan setelah putus malah musuhan, alhasil persahabatannya pun hancur cuman karna hal yang sebenarnya sepele.

 

2. Nyaman tapi dia cuman anggap teman.

Yang ini mungkin bakalan bikin salah satu dari pihak yang memendam rasa jadi nyesek gak karuan. Kalau kasus ini dialamin sama cewek, bisa jadi lo udah nyaman sama dia, pokoknya udah nyaman senyaman-nyamannya, tapi gak ada kelanjutan dari status kalian, itu-itu aja. Lo berharap banget doi nyatain perasaan, tapi nyatanya doi diam aja seakan cuman ngasih harapan tanpa pernah ngasih kepastian. Alhasil lo rela nungguin doi lama atas dasar nyaman dan sayang, padahal kita gak taukan bisa aja mungkin ada orang lain yang diam-diam mengharapkan lo juga.

Beda lagi kalo yang ngalamin ini cowok, kalau cowok biasanya gini, lo udah nyaman sama doi, udah ngasih perhatian lebih, antar-jemput doi, pokoknya semua hal udah lo lakuin cuman buat doi, lo udah berniat mau nembak doi dengan tekad yang bulat dan mantap tanpa ragu dan takut karna harus ditolak soalnya si doinya juga ngasih lampu hijau tanda lanjut terus. Tapi yang menyakitkan adalah saat lo udah mau nembak doi, tiba-tiba doi ngucapin kalimat terlaknat ini, “Lo emang teman gue yang paling baik“. Ya, teman! Lo cuman dianggap teman. Kalimat ini yang akhirnya bikin lo seakan gak nafsu makan dan akhirnya mengurungkan niat buat nembak dan lebih memilih jadi temannya agar tetap dekat atas dasar nyaman. Padahal sebenarnya lo bisa aja nyari yang lebih baik lagi dari si doi, tapi lagi-lagi rasa nyaman mengalahkan semuanya.

 

3. Nyaman tapi doi udah punya pacar.

Nah, ini yang menurut gue paling horor. Dan asli ini rasanya gak enak banget. Kalau diibaratkan mungkin kaya lo lagi makan pare. Pahit! Soalnya dalam kasus ini lo udah dibuat nyaman banget sama dia, seakan gak bisa jauh dari dia, dikasih perhatian terus-menerus, diperlakukan special, pokoknya nyaman senyaman-nyamannya layaknya orang yang udah jadian. Lo sebenarnya pengen hubungan ini ada kepastian, statusnya jelas dan ada kelanjutannya, tapi pacar doi lah yang bikin lo dan doi akhirnya tetap memutuskan dekat tapi gak berakhir dengan jadian. Kalau pun lo jadian apa lo mau dijadiin yg kedua atau bahkan dibilang selingkuhan dan dicap sebagai perusak hubungan orang? Nggakan? Doi mungkin fine-fine aja karena dia punya dua orang yang nyaman dan sayang sama dia, tapi lo? Lo rela sakit saat liat doi jalan sama pacarnya, lo rela nyesek pas tau doi sayang-sayangan sama pacarnya. Dan intinya siapa yang ngerasain sakit bertubi-tubi? Lo! Lo cemburu, tapi lo gak punya hak ngelarang doi, karna lo bukan siapa-siapanya. Asli nyesek. Kalau dipikir-pikir pun udah pasti doi jauh lebih milih pacarnya daripada lo. Dan gak menutup kemungkinan juga kalau seandainya suatu hari nanti saat si doi udah gak nyaman sama lo, dia bakalan pergi ninggalin lo gitu aja. Dan lo harus relain dia pergi karna emang diantara kalian gak ada status yang jelas. Akhirnya siapa yang sakit? Lo juga yang sakit.

 

4. Nyaman tapi beda agama.

Aku untuk kamu, kamu untuk aku, namun semua apa mungkin, iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu, kita yang tak sama, haruskah aku lantas pergi, meski cinta takkan bisa pergi.”

Lagu itu mungkin pas banget buat menggambarkan orang-orang yang ada diposisi ini. Posisi yang bikin gak doyan makan sampai-sampai bikin badan kurus kering karna capek ngebatin. Semua yang udah berhubungan dengan agama emang rumit. Sama seperti cinta yang sulit ditebak. Kita gak akan tau dimana hati ini akan berlabuh, kita juga gak bisa milih pada siapa nantinya kita merasakan cinta dan nyaman. Mungkin bagi sebagian dari kalian yang ngerasain ini, bisa jadian, walaupun tau akhirnya gak akan bisa menyatu karna perbedaan, padahal perbedaan tercipta untuk saling melengkapi tapi bukan untuk yang satu ini.

Dan cara terbaik buat mengatasi ini adalah pergi dan mencari pengganti yang seiman. Karna gak mungkinkan kita bakalan terus-terusan menjalani hubungan yang kita sendiri tau akhirnya gak bakal bahagia. Kemungkinan buat bersatu pun kecil, walaupun sebenarnya bisa. Tapi lagi-lagi orang yang ngerasain ini mata dan hatinya seakan buta dan gak peduli akan sakit yang bakalan dirasakan akhirnya. Dan memilih tetap bertahan walaupun banyak juga yang akhirnya memilih pergi dan mencari pengganti.

 

Buat lo yang mungkin sekarang lagi ngerasain salah satu dari ke empat hal diatas, gue yakin ada titik terang dari setiap kejadian yang lo alami. Tapi saran gue, daripada lo terus-menerus terjebak dalam rasa ‘nyaman’ yang semu dengan status yang gak jelas dan tanpa kepastian yang akhirnya cuman bikin lo nyesek bertubi-tubi, mending lo belajar buat membuka hati lo untuk orang lain yang bisa lebih mencintai lo dan menerima lo, dan kalau pun emang lo tetap ngotot dan mau terus-menerus ada didalam rasa ‘nyaman’ yang semu itu, coba lo sendiri yang bikin kepastian, mau tetap begitu aja atau pergi dan cari yang lain. Gak ada orang yang mau mencintai tanpa pernah dicintai. Dan gak ada juga orang yang mau nyaman tanpa adanya kepastian dan status hubungan yang jelas. Jangan biarkan cinta, sayang dan nyaman membuat lo buta dan seakan menutup diri buat cinta yang lain. Cinta yang lebih baik.

Semoga lo yang mengalami ini diberi banyak kesabaran dan hati yang lapang supaya bisa menerima keadaan karna gak semua hal bisa dipaksakan. Sekian.